Solusi Mengatasi Masalah Nyeri Tulang Belakang

Solusi Mengatasi Masalah Nyeri Tulang BelakangBerbagai macam cara dapat digunakan untuk mengatasi masalah pada tulang belakang dan saraf tulang belakang. Mulai dari terapi konservatif, yaitu dengan terapi fisioterapi dan obat-obatan, Pain Management,  hingga terapi invasif, yaitu melalui pembedahan atau metode minimal invasif.   

Olahraga dan Fisioterapi

Pada saat seseorang mengalami nyeri, usahakan untuk tidak melakukan olahraga atau fisioterapi berat karena dapat menambah nyeri. Sebaiknya, menunggu terlebih dahulu sampai nyeri berkurang atau menghilang, baru kemudian olahraga atau fisioterapi dapat dilakukan.

Obat-obatan

Konsumsi obat-obatan penghilang rasa sakit, baik yang dijual bebas (over the counter) maupun yang dengan dengan resep dokter, dapat menjadi pilihan terapi untuk menghilangkan rasa nyeri pada tulang belakang. Namun, perlu diperhatikan agar tidak berlebihan dalam mengonsumsinya karena penggunaan berlebihan dapat menimbulkan efek samping yang serius (tukak lambung, gangguan ginjal, gangguan hati, dan lain-lain).

Pain Management

Pain management adalah alternatif terapi non-bedah yang dilakukan tanpa mengiris bantalan (diskus), ligament atau sendi yang menyelubungi saraf tulang belakang – merupakan One-Day Care Treatment yaitu tindakan rehabilitasi (perawatan satu hari) gangguan nyeri tulang belakang yang berdurasi kurang lebih 30 menit dengan injeksi obat penghilang rasa sakit dan antiperadangan (Epidural Injection, Nerve Block), maupun dengan radiofrequency yang dipandu sinar X-ray, dengan cara “mematikan” sinyal rasa sakit yang dikirim ke otak. Sesudah tindakan, pasien akan diminta untuk beristirahat sejenak selama 1-2 jam di ruang pemulihan (Recovery Room) sebelum diperbolehkan pulang. Berkurangnya rasa nyeri dapat berlangsung antara 3 bulan sampai 1 tahun. Namun, hal ini sangat bergantung pada kondisi ambang nyeri pasien & tingkat keparahan penyakit tulang belakang yang diderita.

Solusi Ini merupakan solusi awal untuk menghilangkan rasa nyeri secara menyeluruh maupun parsial, dalam jangka waktu tertentu guna meningkatkan kualitas hidup bagi pasien dengan gangguan nyeri tulang belakang dan kemampuannya untuk beraktivitas dengan lebih baik tanpa rasa sakit

Tindakan tersebut dapat membantu kondisi beberapa pasien dalam perawatan nyeri tulang belakang, seperti pada kondisi stenosis spinal (penyempitan cerobong saraf tulang belakang dan saluran akar yang dapat menyebabkan sakit punggung dan kaki, terutama saat berjalan), spondylolysis (kelemahan atau patah antara sisi atas dan bawah dari ruas tulang belakang), saraf terjepit (bahan seperti gel dalam bantalan tulang belakang  dapat keluar atau pecah melalui daerah yang lemah pada dinding sekitarnya. Iritasi, nyeri, dan pembengkakan terjadi ketika gel ini menekan keluar saraf tulang belakang), degeneratif pada bantalan tulang belakang (kerusakan atau penuaan bantalan di antara ruas tulang belakang yang menyebabkan pengikisan bantalan, membuat tonjolan di bantalan tersebut), dan skiatika (nyeri yang merambat sepanjang saraf skiatik dari pantat hingga kaki bagian bawah). 

 

Minimally Invasive Spine Surgery (MISS) 

Prosedur pembedahan ini merupakan prosedur pembedahan terbaru dalam operasi tulang belakang yang tingkat keberhasilannya cukup tinggi dan aman dilakukan. Cara ini menggunakan bantuan peralatan endoskop/mikroskop serta luka sayatan yang kecil (1 cm untuk endoskop dan 3-5 cm untuk mikroskop) dan dibantu dengan alat-alat navigasi serta monitor untuk mencapai tingkat akurasi yang maksimal selama pembedahan. Teknik ini merupakan solusi alternatif bagi penanganan kasus tulang belakang karena memiliki beberapa keunggulan yaitu : luka operasi yang kecil, komplikasi yang lebih sedikit yang otomatis mempersingkat masa rawat inap.

Solusi Mengatasi Masalah Nyeri Tulang Belakang

Prosedur Minimally Invasive Spine Surgery

MISS menggunakan peralatan dan prosedur teknologi yang memperkecil kerusakan tulang, saraf dan jaringan lainnya di sekitar tempat operasi, sekaligus meningkatkan tingkat presisi dalam pembedahan. Dengan pembedahan melalui MISS, maka angka komplikasi seperti kelumpuhan/kecacatan pasca operasi menjadi lebih kecil. 

 

Sumber : 

  • Artikel di Kompas 11 & 18 Desember 2010
  • Artikel di Majalah BCA Prioritas No.39 Maret-April 2011
  • Artikel di Kompas 1 & 29 April 2011
  • Artikel di Kompas 2 & 23 Pebruari 2012
Solusi Mengatasi Masalah Nyeri Tulang Belakang
Solusi Mengatasi Masalah Nyeri Tulang Belakang
Solusi Mengatasi Masalah Nyeri Tulang Belakang
Solusi Mengatasi Masalah Nyeri Tulang Belakang
back to :